Mimpi yang Aneh
Terasa aku naik perahu kayak, duduk paling depan. Di belakangku ada oma. Aku dan penumpang yang lain semuanya memakai kacamata snorkeling, tapi tidak ada pipa udaranya. Kami berada di sungai yang kanan kirinya tebing tinggi, tembus sampai ke dalam air. Aku agak takut saat itu karena duduk paling depan, tapi oma menghiburku.
Maju sedikit demi sedikit, perahunya lama-lama turun ke dalam air! Sampai kepalaku terbenam, tetapi ajaibnya aku tetap bisa bernapas. Aku lihat airnya berwarna biru….sekali. Sungainya ternyata sangat dalam. Kami terus menyelam…. dan menyelam…… sampai perahunya lepas menghilang, jadi kami bisa mengulurkan kaki. Tetapi kami penumpangnya tetap berderet seperti dalam posisi di perahu. Di dalam sungai sepi, tidak ada ikan hias atau ikan-ikan kecil lainnya.
Tiba-tiba ada seekor penyu raksasa mendatangi kami. Tetapi ia hanya lewat di sebelah kananku, tidak membuat kekacauan. Besar…. sekali! Berenang tanpa bunyi. Sepertinya ia penyu yang pendiam. Aku tidak tahu umurnya berapa. Kami semua melanjutkan perjalanan.
Akhirnya kami sampai di tempat yang sempit daripada sebelumnya, karena tebingnya lebih menonjol dan rapat. Kurasa penyu tadi gak bakalan bisa lewat menyeberang.
Kami mampir untuk melihat bintang laut yang menempel di tebing. Hmmm…. Ada banyak bulatan aneh kecil melayang bertebaran di sekitarku. Satu mengenai pipaku. Ah…rasanya panas sedikit!
Sebenarnya masih ada lanjutannya.
Aku berada di Puriland. Naik ayunan. Habis itu aku pergi ke restoran yang penuh lumpur lengket. Lalu aku dan ayah mengambil rapot di sekolah.
Nggak nyambung ya?
Benar-benar mimpi yang aneh!
Ramya Sukardi
5 Juli 2007 malam
Labels: short story









